Dekan FEB Universitas Muhammadiyah (UM) Jambi Menjadi Narasumber Dalam Kegiatan Webinar yang Diselenggarakan Oleh APSEP

Jum’at, 17 Juli 2020 – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Bapak Hasan Basri, S.E., M.E. Menjadi narasumber dalam kegiatan WEBINAR yang diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Ekonomi Pembangunan (APSEP) Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Kegiatan ini bertema “Diskusi Kurikulum Ekonomi Pembangunan Perguruan Tinggi Muhammadiyah” disiarkan langsung diaplikasi Zoom dan Streaming Youtube Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan dihadiri oleh seluruh ketua prodi Ekonomi Pembangunan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Se-Indonesia.

Narasumber dalam kegiatan ini berjumlah 5 Pembicara dan 1 Keynote Speech yaitu : 

  • Keynote Speech Prof. Dr. Lincolin Arsyad (Guru Besar FEB Universitas Gajah Mada (UGM), Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), 
  • Pembicara 1 Dr. Imamudin Yuliadi  (Ka. Prodi Ekonomi UMY), 
  • Pembicara 2 Hasan Basri, S.E., M.E. (Dekan FEB UM Jambi), 
  • Pembicara 3 Hendra Kusuma, S.E., M.S.E (Ka. Prodi Ekonomi Pembangunan UMM), 
  • Pembicara 4 Dr. Prawidya Hariani R.S (Ka. Prodi Ekonomi Pembangunan UMSU), 
  • Pembicara 5 Dr. Dini Yuniarti, S.E., M.Si. (Dosen Ekonomi Pembangunan UAD).

pada kegiatan tersebut Bapak Hasan Basri, S.E., M.E. selaku pembicara 2 Menyampaikan bahwa “dalam penyusunan kurikulum Prodi Ekonomi Pembangunan yang berbasis kampus merdeka harus dilaksanakan sesuai dengan kaidah dan aturan yang ditetapkan oleh kementrian penddidikan dan kekebudayaan, yang sesungguhnya secara praktek telah dilakukan oleh berbagai kampus, hanya saat ini semua kegiatan harus dihitung dengan SKS”.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menemukan formula kurikulum yang sesuai dengan kampus merdeka merdeka belajar serta untuk menjalin silaturahim dan kerjasama sesama Program Studi Ekonomi Pembangunan dibawah naungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah.

Harapannya kegiatan ini akan terjalin kerjasama dalam bentuk pertukaran Mahasiswa dan Dosen antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) dan terjalinnya penelitian pengabdian dan KKN secara bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *