Improve PTMA Public Relations Performance Competence, UM Jambi Participates in PTMA Batch II Public Relations Development Workshop

Yogyakarta- In order to strengthen the competence of public relations performance, UM Jambi Participates in a Public Relations Development Workshop for Muhammadiyah Aisyiyah Higher Education( PTMA ) Batch II. Workshop organized by the Higher Education Council, Research, and development (Diktilitbang) Central Leader (PP) Muhammadiyah in collaboration with the Communication Science Education Association (GOOD) The event lasts for four days, start from date 4 – 7 August 2022 dan dilaksanakan di Hotel Grand Rohan Jogja.

Workshop diikuti oleh beberapa daerah yang memiliki PTMA seperti, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Palembang, Riau, Bengkulu, Pontianak, Banjarmasin, Berau, Jakarta, Ciamis, Bandung, Bekasi, Tangerang, Sukabumi, Kuningan, Purwokerto, Purworejo, Yogya, Karanganyar, Solo, Malang, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Semarang, Makassar, Maumere, Sorong, termasuk dari Jambi. Keikutsertaan ini dalam rangka meningkatkan kinerja kehumasan di Universitas Muhammadiyah Jambi pada masa akan datang.

Dalam workshop ini peserta diberikan materi tentang pentingnya menjaga reputasi. Tujuannya agar mencapai reputasi yang baik. Dengan reputasi kampus yang baik, maka kepercayaanpublikterhadap Universitas Muhammadiyah Jambi semakin tinggi.

Memperlakukan media sosial institusi sebaiknya dikelola layaknya pasangan hidup kita. Akun media sosial kecenderungannya menjadi sangat personal, informatif, otentik, dan memenuhi ekspektasi audiens.

Hal ini disampaikan oleh Yamadipati Seno, redaktur Mojok dalam workshop Pengembangan Humas Batch II Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Workshop ini digelar oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Thursday (4/8/22).

“Otentik menunjukan media sosial akan diingat oleh audiens. Untuk mencapai otentik, humas harus melakukan riset sehingga didapatkan konsep yang kuat sebelum melakukan unggahan konten,” tambahnya. Seno menjelaskan bahwa ketika sesuatu menjadi viral, terjadi cross platform dengan terunggah di berbagai platform. Mitigasi menjadi penting dalam mengelola isu yang terjadi di media sosial.

“Warganet media sosial inginnya hemat waktu dimana konten isinya komplet, informatif dan solutif. Lalu fokus pada solusi dan berusaha proaktif, bukan reaktif di beberapa isu,” jelas Seno tentang karakter warganet.