UM Jambi Gelar Kuliah Umum Bersama Dr. Mukhaer Pakanna dan Prof. Dr. Syamsurijal Tan, Angkat Isu “Ekonomi Indonesia Tidak baik-baik saja

Jambi –Universitas Muhammadiyah Jambi menyelenggarakan kuliah umum bersama Dr. Mukhaer Pakanna Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta dan Prof. Dr. Syamsurijal Tan Guru Besar FEB UNJA. Kegiatan kuliah umum kali ini mengangkat tema “ Ekonomi Indonesia Dalam Ketidakpastian Global” yang dilaksanakan pada Senin, (07/11) di Auditorium Universitas Muhammadiyah Jambi.

Kegiatan kuliah umum dengan tema yang menarik ini dihadiri oleh 200 mahasiswa UM Jambi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Selain itu kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BPH UM Jambi, Dr. Agus Salim, Rektor UM Jambi Dr. Nurdin, Wakil Rektor III Drs. Arman Syafa’at, Dekan FEB Hasan Basri serta Bapak/Ibu Dosen UM Jambi.

Rektor UM Jambi menyampaikan dalam sambutannya, tema kuliah umum kali ini sangat menarik selain menambah wawasan dapat memberikan gambaran tentang perekonomian indonesia yang terjadi saat ini kepada mahasiswa dan mahasiswi UM Jambi.

“Saya berharap ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kita semua dan tema kali ini sangat menarik agar mahasiswa melek terhadap perubahan-perubahan yang terjadi khususnya dibidang ekonomi yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.” Tuturnya

Dalam kuliah umum oleh Dr. Mukhaer Pakanna mengatakan bahwa saat ini Ekonomi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja

“Indonesia saat ini diambang 3 krisis yakni; Pangan, Energi, dan Keuangan penyebabnya dari pandemi covid-19, perang dagang Amerika-Tiongkok, Perubahan Iklim yang terus terjadi sehingga menimbulkan dampak yakni terjadi kelangkaan pangan, keterbatasan supply, inflasi tinggi serta kekurangan gizi yang terus bertambah.”ujarnya

Dr. Mukhaer menambahkan Ketahanan Pangan Indonesia menurut Dept. Pertanian AS (USDA), kerawanan pangan indonesia tergolong tinggi. Pada tahun 2021 kerawanan pangan dialami 42,2 juta jiwa yaitu (15,7% dari populasi). Diantara negara-negara ASEAN, hampir setengah populasi rawan pangan berada di Indonesia.

Prof. Tan menyampaikan strategi sebaiknya dilakukan khususnya di Prov Jambi, yakni Percepatan Pembangunan Infrastruktur yaitu pelabuhan laut provinsi jambi, pembangunan laut muara sabak, talang duku dan tungkal.

“Strategi pertama ekonomi dalam ketidakpastian global khususnya di Provinsi Jambi yakni, Infrastruktur Jalan, Pelabuhan Udara, Pelabuhan Laut serta adanya kereta dan pembangkit listrik nasional untuk angkutan batu bara untuk meminimalisir terjadinya kemacetan serta kecelakaan yang ada di Jambi.” Ucapnya

Prof. Tan menambahkan agar masyarakat jambi dapat terus meningkatkan ekowisata yang ada di Provinsi Jambi seperti; Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi, Geopark Merangin, Wisata Danau Kerinci untuk meminimalisir dari dampak ekonomi yang terjadi di Indonesia saat ini.

Pesan Prof. Tan semoga kedepannya siapapun pemimpin kita dapat mengerahkan perguruan tinggi pada kebijakan-kebijakan fsikal yang sedang dihadapi.

Pada kegiatan kuliah umum ini mahasiswa sebagai peserta yang hadir, diminta untuk membuat resume yang telah dipaparkan oleh pembicara sehingga ilmu yang diberikan agar dapat terus diingat oleh mahasiswa dan mahasiswi UM Jambi terkait apa yang terjadi pada ekonomi di Indonesia saat ini.

– Humas UM Jambi –