skip to Main Content

Jambi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia telah meluncurkan inisiatif yang berfokus pada memperkuat kesadaran antikorupsi di seluruh negeri. Salah satu langkah penting dalam inisiatif ini adalah penyelenggaraan kuliah umum dengan tema “Strategi Pendidikan Antikorupsi bagi Perguruan Tinggi.”

Kuliah umum ini diadakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Jambi pada tanggal 15 September dan dihadiri oleh mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Jambi.

Pembicara utama pada acara ini adalah Direktur Sosialisasi & Kampanye Antikorupsi KPK RI, Amir Arief, SST., S. H., M. Si., Ak. CA, CFE. Acara ini juga dihadiri oleh para pimpinan Universitas Muhammadiyah Jambi, termasuk Rektor Hendra Kurniawan, S. Si., M. Si., Wakil Rektor, Dekan dan Dosen serta tenaga kependidikan. Selain itu, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Inspektorat Jambi dan Dr. Nurdin, S. E., M. E, yang merupakan mantan Rektor UM Jambi periode 2019-2023.

Dalam sambutan pembuka, Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi, Hendra Kurniawan, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mengajarkan nilai-nilai antikorupsi kepada para mahasiswa. Ia menyatakan, “Perguruan tinggi memiliki peran kunci dalam mengajarkan nilai-nilai antikorupsi kepada para mahasiswa. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang harus memiliki kesadaran tinggi akan bahaya korupsi.”

Hendra juga menekankan bahwa kuliah umum ini adalah langkah konkret dalam memperkuat kerja sama antara KPK RI dan perguruan tinggi untuk mencetak generasi muda yang anti-korupsi. Kerja sama yang semakin erat antara KPK RI dan perguruan tinggi diharapkan akan membuat pendidikan antikorupsi menjadi bagian integral dari sistem pendidikan tinggi di seluruh negeri. Ini dianggap sebagai langkah penting untuk membangun masa depan yang lebih bersih dan berintegritas.

Diakhir sambutannya Hendra mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa pada hari ini hingga kedepannya dimulai dalam diri kita untuk melakukan kejujuran.

Direktur Sosialisasi & Kampanye Antikorupsi KPK RI dalam kuliah umum ini berharap bahwa upaya bersama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia, dengan generasi muda yang menjadi agen perubahan yang berkomitmen untuk melawan korupsi di segala sektor.

Diakhir kegiatan Amir Arief menyampaikan bahwa kejujuran itu mudah dan tidak sulit, Amir juga menyampaikan tagline kepada mahasiswa dari KPK agar mahasiswa dapat mengingat pesan ini dari sekarang hingga kedepan yakni “Biasakan yang benar bukan benarkan yang biasa” – Humas UM Jambi –

Loading


Back To Top