Implementasi MoU dan MoA, Prodi Kehutanan UM Jambi Gelar Rakor bersama Perkumpulan Wahana Mitra Mandiri

UM Jambi- Prodi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Jambi ( UM Jambi ) bersama Perkumpulan Wahana Mitra Mandiri ( Perkumpulan WMM ) melaksanakan rapat koordinasi ( Rakor ). Rakor yang berlangsung pada tanggal 8 Juni 2022 dihadiri oleh ketua program studi ( Prodi ) Kehutanan UM Jambi, Hendra Kurniawan dan perwakilan Perkumpulan WMM, Dody Perwira dan anggota.

Rakor yang berlangsung di ruangan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UM Jambi merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding ( MoU ) dan Memorandum of Agreement ( MoA ) antara prodi Kehutanan UM Jambi dengan Perkumpulan WMM yang sudah dilakukan sebelumnya. MoU dan MoA ini merupakan kolaborasi antara prodi Kehutanan UM Jambi dengan Perkumpulan WMM dalam melaksanakan Program Memperkuat Perlindungan Habitat dan Harimau Sumatera Bersama Masyarakat Penyangga Taman Nasional Berbak. Prodi Kehutanan UM Jambi sebagai pelaksana Studi Knowledge, Attitude and Practice ( KAP ) mengenai Strategi Konservasi Harimau Sumatera Sebagai Upaya Mitigasi Konflik Satwa pada program tersebut.

Program dengan waktu pelaksanaan satu tahun ini merupakan program yang pendanaannya berasal dari Siklus hibah IX Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera). Perlu diketahui bahwa TFCA-Sumatera adalah salah satu skema pengalihan utang untuk lingkungan (debt-for-nature swap) yang dibuat oleh Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia yang ditujukan untuk melestarikan kawasan hutan tropis di Sumatera yang tingkat deforestasinya sangat tinggi. Kesepakatan antara kedua negara dan para pihak yang terlibat (Yayasan KEHATI dan Conservation International Indonesia) ditandatangani pada tanggal 30 Juni 2009 bertempat di Manggala Wanabhakti, Jakarta.

Rakor yang membahas time line pelaksanaan Studi ( KAP ) yang akan dilaksanakan oleh Prodi Kehutanan UM Jambi ini menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya pelaksanaan Studi KAP di desa Air Hitam Laut dan desa Remau Baku Tuo kabupaten Tanjung Jabung Timur akan dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2022.

Hendra Kurniawan, Ketua Jurusan Prodi Kehutanan UM Jambi menyebutkan bahwa kolaborasi ini merupakan hal penting dan positif bagi Prodi Kehutanan terkhusus untuk mahasiswa, karena studi KAP ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar dan mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh dikelas. Saya berharap kedepannya prodi Kehutanan UM Jambi dapat menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga permerhati lingkungan, Seperti World Wide Fund ( WWF ), Greenpeace dan International NonGoverment Organization lainnya.

Dr. Nurdin,S.E.,M.E, rektor UM Jambi mengungkapkan bahwa kolaborasi semacam ini menjadi sangat penting, karena program ini dapat menjadi laboratorium bagi mahasiswa Prodi Kehutanan UM Jambi. Apalagi provinsi Jambi memiliki empat taman nasional sehingga membuka peluang prodi Kehutanan UM Jambi berkolaborasi lebih sering dengan lembaga – lembaga pemerhati lingkungan baik dalam negeri maupun luar negeri.