skip to Main Content

Jambi – Juliana Mahasiswa UM Jambi yang berasal dari komunitas Orang Rimba rombongan Tumenggung Hari saat ini menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Jambi dan menjadi perempuan pertama yang menempuh pendidikan hingga bangku kuliah dari tempatnya berasal.

Orang Rimba merupakan komunitas masyarakat yang bermukim di dalam hutan di Provinsi Jambi. Mereka tinggal secara berkelompok, tiap kelompok dipimpin oleh satu tumenggung (kepala daerah) umumnya orang rimba sebagian besar tinggal di Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, sebagiannya lagi di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh dan saat ini juga tersebar di hutan-hutan sekunder sepanjang jalur lintas Sumatera Wilayah Jambi.

Pada Senin, (21/11/2022) Juliana menyampaikan bahwa saat ini dirinya sudah menempuh semester V, jurusan kehutanan

“Saat ini saya sudah semester V jurusan kehutanan, tidak mudah bagi saya untuk bisa mengejar mimpi hingga saat ini, maka dari itu saya bertekad untuk terus menuntaskan perjuangan saya” ujarnya.

Bagi Juli, sapaan yang biasa sering digunakannya. Tidak mudah baginya untuk bisa sampai dititik ini, mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah mengejar mimpi untuk bisa menjadi sarjana. Tantangannya banyak, terutama larangan dari komunitasnya berasal.

Sejak SMP, Juli sudah diminta keluarga untuk tidak melanjutkan sekolah, lebih baik menikah. Beruntungnya orang tua dari Juli tidak ikut meminta dirinya untuk putus sekolah, tetapi juga tidak mendukung sepenuhnya usaha Juli untuk meraih cita-cita.

“Sampai sekarang orang tua saya tidak melarang saya untuk kuliah, teman-teman saya dari komunitas orang rimba hampir semuanya sudah menikah dan tidak melanjutkan pendidikan,” tuturnya

Juli menambahkan, dari komunitasnya yang sampai pada bangku kuliah sebagian besarnya laki-laki. Sedangkan perempuan sejauh ini belum tercatat, karena dari tempat komunitasnya berasal masih menempatkan posisi perempuan hanya mengurusi internal keluarga mulai dari urusan dapur, kasur, dan sumur. Urusan mencari nafkah terletak pada laki-laki.

Hal itu yang menjadi tekad Juli untuk menghadirkan kesetaraan gender dalam kelompoknya, Dia berjuang agar bisa menyelesaikan pendidikan sarjana dan memiliki pekerjaan yang bagus agar dapat membuktikan kepada orang tua dan kelompok komunitasnya bahwa Perempuan dari Orang Rimba juga bisa sukses dan mendapatkan pekerjaan yang bagus dan tidak melarang anak perempuannya untuk mengejar cita-citanya di daerah lain.

Selama kuliah, Juliana mengalami kesulitan untuk bisa bergaul dengan orang dari luar komunitasnya

“Kami selalu merasa malu karena tidak biasa bergaul dengan orang lain dan kami menganggap orang luar lebih hebat dari kami” imbuhnya.

Tapi Juli tidak ingin perjuangannya berhenti ditengah jalan, sehingga keputusannya adalah menguatkan diri untuk mampu menetap dengan suasana di perkotaan

“Kalau saya gagal, adik-adik saya nanti tidak akan berani kuliah. Perempuan dari kelompok kami juga akan selalu takut kuliah. Situasinya tidak akan berubah. Maka itu saya ingin membuktikan bahwa perempuan SAD juga bisa kuliah” tutupnya. – Humas UM Jambi –


Back To Top