UMJAMBI – Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi) merayakan Milad ke-7 dengan mengusung tema “Sinergi Berkemajuan, Inovasi Tanpa Batas untuk UM Jambi Unggul”. Perayaan yang berlangsung meriah ini menjadi momentum refleksi perjalanan transformasi kampus sekaligus penguatan komitmen dalam mewujudkan UM Jambi sebagai Entrepreneurship University yang unggul dan berdaya saing.
Perayaan Milad ke-7 dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji sekaligus Komisaris Bank Syariah Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.. Anggota DPR RI Komisi XII Rocky Candra, S.E., Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Jamhari Makruf, M.A., Ketua PWM Jambi Buya H. Suhaimi Chan, H.K., Ketua PWA Jambi Hj. Dirmanida, S.Pd.I., Ketua Badan Pembina Harian UM Jambi Prof. Erwin Akib, M.Pd., Ph.D.,
Momentum Milad ke-7 juga ditandai dengan peluncuran Mentari Mart, yang menjadi Mentari Mart pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) di Pulau Sumatera.
Rektor UM Jambi, Hendra Kurniawan, S.Si., M.Si., mengungkapkan bahwa kehadiran Mentari Mart merupakan jawaban atas tantangan yang sebelumnya disampaikan oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy.
“Pak Muhadjir pernah memberikan challenge agar UM Jambi memiliki Mentari Mart. Alhamdulillah, tantangan tersebut hari ini berhasil kami wujudkan. Bahkan UM Jambi menjadi kampus pertama di Sumatera yang memiliki Mentari Mart,” ujarnya.
Menurut Hendra, Mentari Mart bukan sekadar unit usaha kampus, melainkan laboratorium kewirausahaan yang akan menjadi wadah praktik bisnis bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi universitas.
Ia menambahkan, selama tahun 2025 UM Jambi berhasil mencatat berbagai capaian strategis, mulai dari peningkatan mutu akademik, pembukaan program studi baru, penguatan transformasi digital, peningkatan penelitian dan publikasi ilmiah, prestasi mahasiswa, hingga penghargaan Peringkat III Pengelolaan Media Sosial PTMA Tahun 2025 yang kemudian meningkat menjadi Bronze Winner Pengelolaan Media Sosial PTMA Tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi yang pertama diterima UM Jambi sejak berdiri sebagai Akademi Akuntansi (Akubank).
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., menyampaikan bahwa perjalanan UM Jambi merupakan contoh transformasi perguruan tinggi yang patut diapresiasi.Menurutnya, UM Jambi berkembang dari Akademi Akuntansi (Akubank), kemudian menjadi STIE, hingga kini menjadi universitas yang terus menunjukkan peningkatan kualitas.
“Inovasi akan melahirkan kemajuan. Karena itu sinergi antara Badan Pembina Harian, rektor, dan Persyarikatan Muhammadiyah menjadi kunci utama memajukan perguruan tinggi. Mengelola perguruan tinggi hari ini membutuhkan kreativitas dan keberanian berinovasi,” katanya.
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Jamhari Makruf, M.A., mendorong UM Jambi terus meningkatkan kualitas institusi melalui peningkatan akreditasi, penambahan program studi, peningkatan jabatan akademik dosen, serta target penerimaan 1.000 mahasiswa baru setiap tahun. Ia mengutip pemikiran sejarawan Islam Ibnu Khaldun mengenai siklus peradaban yang terdiri atas generasi perintis, generasi pembangun, generasi penikmat, dan generasi perusak.
“UM Jambi harus tetap menjadi generasi perintis dan pembangun yang terus membawa cita-cita besar, bukan hanya menikmati hasil perjuangan pendahulunya,” tegasnya.
Sekda Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H , menilai usia tujuh tahun menunjukkan fondasi UM Jambi yang semakin kokoh dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Muhammadiyah terus diperkuat untuk menjawab tantangan global, termasuk dalam mencetak tenaga kerja yang kompetitif dan memberikan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.
“Universitas merupakan agen perubahan sosial. Saya berharap UM Jambi terus mengambil peran aktif dalam melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, peka terhadap persoalan sosial, serta mampu beradaptasi dengan dinamika global,” ujarnya.
Dalam orasi ilmiahnya, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan benteng utama dalam mencetak generasi unggul. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pencari kerja, tetapi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan, sejalan dengan semangat besar Muhammadiyah dalam membangun kemandirian umat. Ia juga mengapresiasi Muhammadiyah yang dinilai konsisten menghadirkan pelayanan kepada umat melalui pengembangan pendidikan.
“Prestasi terbesar Muhammadiyah adalah mampu menerbangkan masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan. Semangat itu saya lihat tumbuh di Universitas Muhammadiyah Jambi bersama kepemimpinan Rektor dan Ketua Badan Pembina Harian,” katanya.
Dzulfikar turut mendorong UM Jambi membuka kelas bahasa sebagai bekal bagi calon pekerja migran Indonesia agar memiliki daya saing internasional. Ia optimistis berbagai capaian UM Jambi akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Dengan mengusung tema “Sinergi Berkemajuan, Inovasi Tanpa Batas untuk UM Jambi Unggul”, Milad ke-7 menjadi tonggak penting bagi Universitas Muhammadiyah Jambi untuk terus melahirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, masyarakat, serta pembangunan Provinsi Jambi.




