UM Jambi – Resepsi Milad ke-7 Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi) berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., yang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia”.
Kehadiran Wakil Menteri menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan Milad ke-7 UM Jambi yang mengusung tema “Sinergi Berkemajuan, Inovasi Tanpa Batas untuk UM Jambi Unggul”. Tema tersebut sejalan dengan komitmen UM Jambi dalam mewujudkan visi sebagai Entrepreneurship University, yakni perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.
Dalam orasi ilmiahnya, Dzulfikar menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, kampus harus mampu melahirkan generasi yang tidak sekadar berorientasi menjadi pencari kerja, melainkan juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi adalah benteng utama dalam mencetak generasi unggul. Lulusannya tidak cukup hanya menjadi pencari kerja, tetapi harus mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Inilah semangat besar Muhammadiyah dalam membangun kemandirian umat,” ujar Dzulfikar.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia. Dengan kompetensi yang baik, lulusan perguruan tinggi akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja internasional sekaligus memperoleh perlindungan yang lebih optimal selama bekerja di luar negeri.
Dzulfikar juga memberikan apresiasi terhadap kiprah Muhammadiyah yang dinilainya konsisten memajukan pendidikan sebagai sarana mencetak generasi unggul.
“Prestasi terbesar Muhammadiyah adalah mampu menerbangkan masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan. Semangat itu saya lihat tumbuh di Universitas Muhammadiyah Jambi bersama kepemimpinan Rektor dan Ketua Badan Pembina Harian,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dzulfikar turut mendorong UM Jambi untuk menghadirkan program pembelajaran bahasa asing salah satunya bahasa Jerman sebagai bekal bagi calon pekerja migran Indonesia. Menurutnya, kemampuan bahasa merupakan salah satu syarat penting agar tenaga kerja Indonesia mampu berkompetisi di dunia internasional serta memahami hak dan kewajibannya ketika bekerja di luar negeri.
“Saya berharap UM Jambi dapat membuka kelas bahasa sebagai bekal calon pekerja migran Indonesia. Dengan kemampuan bahasa yang baik, mereka akan memiliki daya saing internasional sekaligus peluang karier yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia optimistis Universitas Muhammadiyah Jambi akan terus berkembang dan menjadi salah satu perguruan tinggi yang berperan dalam mencetak sumber daya manusia unggul untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi, Hendra Kurniawan, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dalam resepsi Milad ke-7. Menurutnya, kehadiran Dzulfikar menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jejaring kerja sama.
Hendra mengatakan, tema “Sinergi Berkemajuan, Inovasi Tanpa Batas untuk UM Jambi Unggul” mencerminkan tekad UM Jambi untuk terus tumbuh sebagai Entrepreneurship University yang mampu menghasilkan lulusan inovatif, mandiri, dan berjiwa wirausaha.
“Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi. Universitas Muhammadiyah Jambi berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneurship, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Hendra.
Ia menambahkan, berbagai masukan yang disampaikan Wakil Menteri, termasuk penguatan kompetensi bahasa asing, akan menjadi bagian dari upaya UM Jambi dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Sebagai Entrepreneurship University, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, dan mitra internasional agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman serta mampu menciptakan peluang kerja, bukan hanya mencarinya,” tambah Hendra.
Momentum Milad ke-7 menjadi tonggak penting bagi Universitas Muhammadiyah Jambi untuk terus memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat ‘Sinergi Berkemajuan, Inovasi Tanpa Batas untuk UM Jambi Unggul’, UM Jambi optimistis mampu memperkokoh posisinya sebagai Entrepreneurship University yang melahirkan lulusan berkarakter, inovatif, berdaya saing global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Provinsi Jambi maupun Indonesia.




